Pendidikan

Pengertian Pajak dan Ruang Lingkupnya

pengertian pajak
Written by Fariz Gobel

Dalam artikel ini penulis akan memberikan gambaran tentang pengertian pajak diserta dengan ruang lingkupnya sesuai dengan Undang-undang ketentuan umum dan tata cara perpajakan di Indonesia. Sebagai warga negara yang cerdas, selain tunduk kepada aturan kita juga harus paham siklus perpajakan tersebut agar kita tahu seberapa besar kontribusi kita terhadap pembangunan di negeri ini melalui perpajakan.

Lalu apa yang dimaksud dengan pajak? Berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), dijelaskan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dari pengertian diatas, ada beberapa poin penting yang perlu digaris bawahi. Pertama, pajak itu merupakan kewajiban. Artinya sesuatu yang mau tidak mau harus kita penuhi. Yang kedua, mereka yang wajib untuk membayar pajak adalah orang pribadi atau badan (dalam hal ini berupa perusahaan). Orang-orang atau badan yang membayar pajak ini dikenal dengan istilah subjek pajak.

Kemudian yang ketiga, pajak itu sifatnya memaksa berdasarkan undang-undang. Artinya setiap wajib yang melanggar ketentuan dan tidak membayar pajak akan dikenakan sanksi tertentu sesuai dengan peraturan karena sifatnya yang memaksa.

Selanjutnya, imbalan pajak tidak diterima secara langsung oleh wajib pajak. Nah inilah yang merupakan manfaat dari pajak itu sendiri. Meski tidak didapat secara langsung oleh wajib pajak, namun bisa dirasakan secara umum oleh setiap warga negara dalam bentuk fasilitas umum. Contoh pembangunan jalan, jembatan, sekolah, dan lain sebagainya.

Dan poin penting selanjutnya adalah bahwa pajak bertujuan untuk keperluan negara dan kemakmuran rakyat. Jadi. uang hasil pajak harus dipergunakan dalam pembangunan yang memiliki dampak postif bagi kemakmuran rakyat.

Baik setelah memahami pengertian pajak tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu kita ketahui terkait dengan ruang lingkup dari pajak itu sendiri. Sebenarnya sangat banya, namun penulis akan membahas secara bertahap dalam artikel-artikel selanjutnya.

Sistem Pemungutan Pajak

Nah penasaran kan seperti apa sih sistem pemungutan pajak agar terkontrol dengan baik? Bagaimana dan siapa yang menghitung besarnya pajak untuk setiap wajib pajak?

Di Indonesia, sistem pemungutan pajak dilakukan dengan cara self assessment system. Bisa dilihat dari namanya yang menggunakan kata ‘self’ yang artinya diri sendiri. Sehingga dapat didefinisikan bahwa self assessment system ini merupakan pemungutan pajak berdasar diri sendiri.

Artinya, setiap wajib pajak diberikan kepercayaan untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. Dengan demikian, wajib pajak diberikan kemandirian, dan lembaga negara dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak hanya melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan self assessment system tersebut.

Jenis-Jenis Pajak

1. Berdasarkan Cara Pemungutannya

Pajak dapat dikelompokan menjadi dua, berdasarkan cara pemungutannya, yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung. Bagaimana membedekan kedua jenis pajak ini?

Intinya, pajak langsung merupakan pajak yang pembayarannya tidak dapat diwakilkan sedangkan pajak tidak langsung, pembayarannya dapat diwakilkan.

Pajak langsung, biasanya melekat pada subjek pajak atas perorangan. Misalnya PPh (pajak penghasilan) orang pribadi. PPh tidak dapat diwakilkan karena proses pembayarannya harus dilakukan oleh subjek pajak itu sendiri. Adapun contoh pajak tidak langsung yaitu PPN atau pajak pertambahan nilai.

PPN masuk dalam kategori pajak tidak langsung karena jumlah pajak terutang dibebankan kepada konsumen akhir yang memakai suatu produk.

2. Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, pajak dibagi menjadi dua jenis, yaitu pajak subjektif dan pajak objektif. Pajak subjektif artinya pemungutan pajak memperhatikan kemampuan subjek pajak baik itu perorangan ataupun badan, misalnya Pajak Penghasilan.

Sedangkan pajak objektif merupakan jenis pajak yang pemungutannya memperhatikan objek dari barang yang kena pajak, termasuk dalam jenis ini adalah PPN dan pajak atas penjualan barang mewah.

Baik demikian pembahasan singkat tentang pengertian pajak yang bisa penulis reksanom bagikan. Untuk pembahasan lebih lanjut, akan ditulis dalam artikel berikutnya.

About the author

Fariz Gobel

Leave a Comment