Finansial

Mengenal Dunia Cryptocurrency

pengertian cryptocurrency
Written by Fariz Gobel

Cryptocurrency atau mata uang kripto memiliki pengertian sebagai mata uang digital yang transaksinya terhubung dalam sebuah jaringan internet. Berbeda dengan mata uang pada umumnya, cryptocurrency bersifat desentralisasi. Artinya keberadaan maupun aliran transaksinya berlangsung secara peer to peer antara penerima dan pengirim.

Saat ini, mata uang kripto tersebut berkembang pesat diberbagai negara. Mata uang elektronik ini terdaftar dengan jumlah yang cukup banyak (lebih dari 1000 jenis koin) dalam berbagai situs perdagangan dan investasi. Di Indonesia saja terdapat 90 jenis koin yang listing dalam sebuah market place ternama.

Lalu apa sebenarnya yang menjadi daya tarik dari mata uang digital ini sehingga begitu banyak peminatnya?

Hal pertama yang menjadi alasan adalah seperti yang telah penulis sebutkan diatas bahwa mata uang kripto bersifat desentralisasi. Ya, mereka yang bergelut dalam dunia investasi maupun trading tentu menyukai fleksibilitas semacam ini. Dengan kata lain, setiap mata uang virtual ini bebas dari otoritas sentral yang tentu saja berkebalikan dengan mata uang konvensional.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita melihat bagaimana sejarah lahirnya mata uang digital ini. Tentu kita akan memulainya dari sang pelopor yang menjadi gerbang atas lahirnya koin-koin selanjutnya. Ia adalah Bitcoin.

Sejarah Bitcoin

grafik bitcoin

pergerakan harga bitcoin dari tahun 2015 (Sumber Indodax)

Bitcoin sejatinya muncul sebagai reaksi atas krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 2008. Bitcoin merupakan mata uang digital ang dikembangkan oleh seorang/komunitas dengan alias Satoshi Nakamoto. Tujuan atas diciptakannya bitcoin adalah untuk menciptakan sistem pembayaran digital yang bebas dan tidak bergantung pada institusi keuangan serta lepas dari campur tangan pemerintah.

Bitcoin adalah mata uang virtual pertama yang beredar dan diperdagangkan dalam jaringan internet. Karena bitcoin merupakan mata uang kripto, maka proses pembuatannya sangatlah rumit. Transaksi dalam bitcoin terenkripsi dalam sebuah blockchain. Rantai-blok (blockchain) merupakan sebuah catatan transaksi publik di mana jaringan Bitcoin bersandar. Semua transaksi yang telah dikonfirmasi tersimpan di dalam rantai-blok.

Oleh sebab itu, untuk memiliki bitcoin seseorang harus memiliki alamat wallet atau dompet virtual yang digunakan untuk menerima atau mengirim bitcoin. Saat ini hampir semua market place yang menyediakan jual beli mata uang kripto, pasti akan memberikan anda alamat wallet khusus yang hanya anda sendiri yang mengetahui alamatnya.

Selain dengan jual beli, bitcoin pun dapat dimiliki dengan cara menambang atau mining. Namun proses menambang sangat sulit dan memerlukan sumber daya yang relatif besar.

Sebagai salat satu aset kripto, tentu bitcoin menjadi pilihan dalam berinvestasi ataupun trading. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah harga mata uang digital ini sangatlah fluktuatif. Berdasarkan gambar diatas, Harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi pada akhir tahun 2017 dimana nilainya mencapai USD 19.423,58 atau 262 juta Rupiah (kurs 13.500 Rupiah per USD). Saat ini (tahun 2020) harga bitcoin berada dalam interval 155 juta sampai 160 juta rupiah.

Dengan fluktuasi harga yang sangat tinggi tersebut, tentu kita harus memperhitungkan segala risiko yang ada sebelum memutuskan untuk berinvestasi mata uang virtual tersebut.

Saat ini begitu banyak pilihan aset kripto yang bisa kita jadikan investasi selain bitcoin. Sebut saja ethereum, litecoin, DeFi coin, EOS dan banyak lagi pilihan mata uang virtual lainnya. Pasar yang menyediakannya pun cukup banyak, sehingga koin-koin tersebut begitu mudah untuk didapatkan.

Akhir kata, apakah dengan kebijakan desentralisasi bisa menjadikan cryptocurrency ini sebagai mata uang masa depan atau justru akan terkikis dengan stabilitas dan sentralisasi mata uang konvensional. Kita tunggu saja.

About the author

Fariz Gobel

1 Comment

Leave a Comment