Finansial

Reksadana Sebagai Pilihan Investasi

investasi reksadana
Written by Fariz Gobel

Sebelum membahas tentang reksadana sebagai pilihan investasi, kita perlu tahu dulu reksadana itu apa sih? Jenis investasi yang bagaimana itu? apakah pasti akan mendatangkan profit bagi orang yang berinvestasi?.

Baik ayo kita bahas. Reksadana secara sederhana merupakan wadah bagi kita (saya dan orang lain) yang memiliki dana untuk dipercayakan kepada pihak yang mengelola (manajer investasi). Dana yang kita berikan tersebut, nantinya akan dikelola oleh manajer investasi ke dalam berbagai jenis instrumen keuangan.

Nah instrumen keuangan apa saja yang biasanya digunakan oleh si manajer investasi ini?. Yang pertama Saham. Jadi dana yang kita berikan akan dikelola oleh manajer investasi ke dalam pasar saham. Dengan kata lain, dana kita akan diperjualbelikan ke dalam instrumen pasar saham.

Instrumen yang kedua adalah pasar uang. Artinya, dana kita akan dikelola oleh manajer investasi ke dalam pasar uang. Dan ketiga yaitu obligasi atau surat utang. Jadi dana kita akan digunakan untuk membeli instrumen obligasi baik obligasi perusahaan maupun obligasi pemerintah. Sampai disini kita sudah mulai paham kan?

Lantas siapa sebenarnya manager investasi ini? Kenapa kita harus mempercayakan dana kita untuk dikelola oleh mereka?

Jadi manager investasi adalah orang yang berpengalaman atau ahli dan profesional dalam berinvestasi. Mereka adalah orang-orang yang sudah teruji kredibilitasnya. Sehingga kita tak perlu ragu lagi untuk mempercayakan dana kita kepada mereka. Secara hukum pun mereka punya legalitas.

Selanjutnya penulis akan menjelaskan jenis-jenis reksadana apa saja yang bisa dijadikan pilihan dalam berinvestasi?

Di Indonesia sendiri terdapat tiga jenis reksadana yang saat ini sering digunakan dalam berinvestasi, yaitu sebagai berikut :

Reksadana Saham

Yang pertama ada reksadana saham. Reksadana saham artinya dana (portofolio) yang kita titipkan kepada manajer investasi akan diperjualbelikan ke dalam instrumen saham. Namun kita tak perlu khawatir, sebab manajer investasi hanya akan membeli dan menjual saham saham perusahaan berbadan hukum dan listing di bursa efek.

Selain instrumen saham, portofolio kita ada juga yang dikelola ke dalam deposito. Namun persentase nya sangat kecil, sebab sebagian besar dana kita akan ditempatkan ke dalam pasar saham.

Konsekuensinya adalah tentu kita harus tahu bahwa saham merupakan instrumen keuangan yang sangat fluktuatif. Harga saham selalu berubah setiap harinya, sehingga kemungkinan mendapatkan profit atau loss pun sangatlah tinggi. Dengan demikian, bagi kita yang sangat suka dengan risiko tentu reksadana saham adalah pilihan yang tepat.

Reksadana Pasar Uang

Nah dalam reksadana pasar uang portofolio kita akan dikelola ke dalam instrumen keuangan berupa deposito (persentasinya bisa lebih dari 80%), obligasi jangka pendek, dan Sertfikat Bank Indonesia (SBI). Dari beberapa jenis reksadana, RDPU (Reksadana Pasar Uang) merupakan jenis reksadana yang paling stabil bahkan dalam kondisi ekonomi yang lagi goyah sekalipun. Alasannya sederhana, sebab dana kita diinvestasikan oleh manajer investasi kedalam instrumen keuangan yang stabil.

Reksadana pasar uang ini sangat cocok bagi pemula yang masih belum berpengalaman dalam berinvestasi. Namun tentu berbeda dengan saham yang sifatnya high risk high return, profit yang diperoleh dari RDPU tidak terlalu besar. Sekitar 5%-7% setiap tahunnya dari nilai uang yang kita investasikan.

Reksadana Obligasi

Dari namanya tentu kita sudah bisa memberikan kesimpulan tentang apa itu reksadana obligasi. Ya, reksadana obligasi artinya portofolio kita dikelola oleh manajer investasi ke dalam produk atau instrumen obligasi. Bisa obligasi yang diterbitkan Pemerintah maupun perusahaan swasta.

Lantas apa bedanya dengan membeli obligasi secara langsung?

Bedanya ada pada dana yang dibutuhkan. Jika kita membeli obligasi baik itu milik Pemerintah ataupun korporasi, dana yang dibutuhkan lumayan besar. Berada dalam kisaran satu juta atau lebih. Sedangkan dalam reksadana, dengan modal 100 ribu saja kita bisa membeli obligasi tersebut lewat manajer investasi. Keren kan?

Bagaiamana dengan imbal hasil yang kita dapatkan? Yups, namanya investasi tentu potensi risiko tetap ada.

Kita harus ingat, bahwa pasar itu selalu dinamis. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan harga mengalami perubahan. Intinya dalam reksadana obligasi, kita sebagai investor bisa langsung melakukan diversifikasi dalam obligasi pemerintah ataupun swasta dengan modal yang relatif lebih kecil.

Itulah tiga jenis pilihan investasi reksadana yang bisa penulis bagikan dalam artikel kali ini, semoga bermanfaat. Ingatlah bahwa salah satu cara untuk menjaga nilai uang adalah dengan menjadikannya bernilai lewat investasi. Dan menginvestasikan uang pada tempat yang tepat adalah salah satu senjata ampuh untuk mendapatkan reward finansial yang melimpah. Sekian!

About the author

Fariz Gobel

Leave a Comment